Burhanudin Abdullah

Tahun koperasi Internasional 2012 yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melahirkan banyak inisiatif untuk mempromosikan Gerakan koperasi ke seluruh dunia dengan menggambarkan bagaimana koperasi berperan dalam membangun dunia yang lebih baik. Salah satu karya besar yang konsisten terus dilakukan adalah disusunnya daftar 300 koperasi besar dunia oleh EURICSE (European Research Institute of Cooperative and Small Enterprise); sebuah Lembaga penelitian koperasi di Eropa yang berhasil menginspirasi Gerakan koperasi di berbagai negara untuk menyusun daftar serupa walaupun dengan metode penilaian yang tidak sepenuhnya sama.

Di Indonesia, dalam 10 tahun terakhir ini, Majalah PELUANG dengan konsisten memotori penyusunan buku profil koperasi besar Indonesia. Kehadiran buku “100 Koperasi Besar Indonesia” ini menurut saya, menjadi sumbangan yang sangat berarti  bagi Gerakan koperasi Indonesia terutama bagi mereka yang belum mengetahui bahwa Koperasi mampu menjadi sebuah perusahaan yang besar, sebuah bisnis model yang khas, yang unik dengan jatidirinya, namun tetap bisa menjadi pelaku yang diperhitungkan dalam pembangunan ekonomi sebuah bangsa dan negara.

Buku ini juga akan menjadi cermin bagi masyarakat koperasi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk melihat potensi besar yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Koperasi yang tumbuh dan besar sehingga anggotanyapun merasakan kebermanfaatan ekonomi, yang jika secara meluas bisa berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan seperti yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Akhirnya, kata Charles Darwin It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent that survives. It is the one that is most adaptable to change. Saatnya Koperasi Indonesia menuju perubahan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.