Numerologi menganggap segalanya bisa dijelaskan dengan nomor: 1, 2, 3... hingga 9. Angka 10 merupakan perluasan dimensi  tanpa mengubah khittah dan marwah angka 1, dengan segenap pemaknaan atributif yang melekat/ ditempelkan kepadanya. Angka 100 pun hanyalah kelipatan digit. Esensinya sami mawon. Begitu juga dengan angka 1.000 dan seterusnya. Dalam konteks semacam itulah, numerik 100 digunakan untuk menjelaskan hasil pemeringkatan posisi koperasi di Tanah Air, berdasarkan kriteria/metode penilaian sebuah tim independen dengan latar belakang kepakaran yang beragam.

Terpilihnya 100 koperasi besar sebagai pemuncak—yang dideskripsikan baik dalam tabel maupun berupa narasi dalam halaman-halaman berikut—mempresentasikan 100 koperasi yang sukses dan unggul secara komparatif. Sungguh tak sederhana membandingkan antara genre koperasi produsen, koperasi konsumen. dan koperasi jasa, karena ketiganya hanya apple to apple dalam ‘spesiesnya’ sebagai entitas koperasi. Tapi bukan berarti tak mungkin. Di situlah justru tantangan dan seninya sekaligus: memberi judgment 100 koperasi besar  dalam sebaran geografis Nusantara. Sebelum buku  edisi 2017 ini, penulis juga telah menghadirkan refleksi serupa yang dirilis pada tahun 2012 dan 2015.