Pemetaan Koperasi Besar Indonesia (KBI) didasarkan pada parameter-parameter yang terukur sehingga hasilnya obyektif. Dalam hal ini,  penentuan peringkat 100 KBI memiliki syarat perlu yaitu aset diatas Rp10 miliar, omzet atau volume usaha di atas Rp50 miliar, dan jumlah anggota minimal sebanyak 1.000 orang. Selain itu, koperasi yang dipetakan harus memiliki legalitas dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Adapun materi pemeringkatan berdasarkan Laporan Tahun Buku 2019 dari masing-masing koperasi dan data penunjang lainnya. Pengamatan langsung ke lapangan pun dilakukan pada sebagian koperasi untuk memastikan validitas data laporan dengan kondisi riil.   

Tim penulis telah berupaya maksimal untuk mengumpulkan data dari seluruh koperasi di Indonesia. Namun mengingat keterbatasan yang ada, mungkin saja ada koperasi besar yang liput dari pengamatan sehingga tidak masuk dalam perankingan. Di lapangan, tim juga menemukan ada beberapa koperasi yang dalam pengamatan tergolong besar, namun tidak ingin diekspos.

Untuk melengkapi pemeringkatan 100 KBI, disertakan pula peringkat koperasi progresif dan koperasi potensial yang berpeluang masuk dalam jajaran koperasi besar pada masa mendatang.  Analisis data pemeringkatan menggunakan pendekatan kuantitatif berupa:

1.       Total aset,

2.       Volume usaha

3.       Jumlah anggota.

Dalam pemetaan ini, juga diberikan apresiasi kepada Koperasi dengan Kepedulian Sosial/CSR Terbaik yang penilaiannya dilakukan secara kualitatif dengan  memperhatikan dampak kegiatan terhadap ekonomi, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Selain itu, Tim juga memberikan apresiasi kepada Koperasi dengan Teknologi Informasi (IT) terbaik. Ini dilakukan untuk mendorong Koperasi agar melakukan digitalisasi sesuai dengan arahan Pemerintah.

Kami menyadari tentunya Pemetaan ini masih ada kekurangan sehingga memerlukan saran dan masukan dari semua pihak untuk pengembangan Koperasi Indonesia pada masa mendatang.